PP-IPTEK UMUMKAN PEMENANG “DOODLE ART SCIENCE CONTEST 2020”

  1. Beranda
  2. Berita

Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK), Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) telah menyelenggarakanDoodle Art Science Contest 2020" yang dibuka pendaftarannya sejak tanggal 9 – 15 Mei 2020. Peserta Doodle Art Science Contest diikuti sebanyak 106 siswa kelas 4 - 6 SD bersama orang tuanya, yang berasal dari sekolah di 84 kota/kabupaten di Indonesia.

Direktur PP-IPTEK, M. Syachrial Annas memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah berpartisipasi pada kegiatan ini di tengah pandemi Covid-19 dan mengucapkan selamat kepada para pemenang. “Saya ucapkan terima kasih kepada orang tua yang sudah mendampingi anak-anak. Selamat ya bapak/ibu dan adik-adik pemenang yang kami cintai.”

 “Doodle Art Science Contest mengangkat tema Me vs Covid-19, bagaimana peserta menanggapi situasi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) sekarang ini melalui gambar doodle. Doodle art merupakan pembuatan gambar dengan cara mencorat-coret pola gambar yang terlihat abstrak, namun terlihat unik dan menarik. Salah satu hikmah dari PSBB karena pandemi Covid-19, kita akhirnya mengadakan kegiatan ini dengan cara online dan sudah ada hasilnya. Kegiatan ini akan selalu kami lakukan setiap tahun. Kegiatan ini adalah kegiatan awal yang dilaksanakan dan akan disusul dengan kegiatan-kegiatan lain,” lanjutnya.

PP-IPTEK mengadakan “Doodle Art Science Contest” secara online di tengah Pandemi Covid-19 ini, bertujuan untuk memberi kesempatan anak-anak dalam berimajinasi, mengasah kreativitas, dan membangun kerjasama antara anak dan orang tua dalam menyelesaikan gambar.

“Selama ini kita sangat umum dengar Covid-19, kita ingin tahu seberapa jauh anak itu memahami. Melalui gambar kita berharap anak-anak akan paham Covid-19, tertuang di gambar. Jadi bukan sekedar mendengar Covid-19, tapi tahu implementasi dan bagaimana untuk mencegah terkait Covid-19 ini,” jelas Putu Lia Suryaningsih sebagai Kepala Sub Divisi Program dan Pendidikan PP-IPTEK.

Pada tanggal 16 – 22 Mei 2020 proses penilaian dilakukan bersamaan oleh dewan juri melalui google drive dan masyarakat melalui likes yang diberikan di postingan peserta. Juri Doodle Art Science Contest 2020 di antaranya Muhammad Daniel Septian sebagai Dosen Desain Grafis Universitas Brawijaya Malang, Guntur Wibowo sebagai Dosen Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan Boni Agusta sebagai Kepala Sub Bagian Dokumentasi dan Perpustakaan, Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik (KSKP) Kemenristek/BRIN. Dewan juri menilai berdasarkan kesesuaian gambar dengan tema, keunikan ide atau gagasan, komposisi warna yang menarik, narasi yang menarik, serta jumlah likes di akun Instagram. Ada faktor yang terbesar dari beberapa penilaian tersebut.

Guntur Wibowo, salah satu juri mengaku sempat kewalahan mencari 20 nominasi terbaik, kemudian harus memilih lagi 3 pemenang. Setelah mencermati dan berdiskusi, dewan juri akhirnya dapat menentukan 3 pemenang terbaik. “Setelah kemarin saya lihat hasil-hasilnya, hampir semua bagus-bagus. Kekompakan anak dan orang tua, kreativitas dari anak itu sendiri yang menjadikan hasilnya sangat-sangat imajinatif dan keren. Pasti ini tidak lepas dari peran orang tua yang selalu mendampingi.”

Tibalah di saat yang sangat dinantikan oleh peserta, tanggal 23 Mei 2020 diumumkan 3 juara terbaik berdasarkan keputusan dewan juri ialah sebagai berikut:

Juara 1 Michelle Fiona dari SD Penabur X Jakarta dengan nilai 270,4

Juara 2 Agatha Charlotte Azali dari SD Bunda Hati Kudus dengan nilai 269,8

Juara 3 Franceska dari SD Marsudirini dengan nilai 260,5

 

Para pemenang mendapatkan hadiah uang tunai dan bingkisan dari PP-IPTEK. Seluruh peserta Doodle Art Science Contest 2020 mendapat sertifikat digital yang dikirimkan ke email masing-masing peserta.

Michelle Fiona pemenang terbaik Doodle Art Science Contest 2020 menggambarkan kegiatan yang bisa dilakukan di rumah selama Covid-19, seperti belajar, rajin mencuci tangan, jaga kesehatan, istirahat yang cukup, minum vitamin, olahraga, dan sebagainya bertujuan membuat orang lain terinspirasi untuk hidup sehat, “Inspirasi gambar mengajak orang-orang untuk tinggal di rumah saja tidak kemana-mana agar terhindar dari Covid-19.”

Menurut Josephine, orang tua Michelle, sangat mendukung anaknya dalam mengembangkan bakat. Ia berharap PP-IPTEK lebih sering menggelar kegiatan positif untuk anak-anak. “PP-IPTEK menyelenggarakan event ini, kami sangat berterima kasih sekali. Mudah-mudahan lebih sering diadakan, ini sebuah kegiatan yang sangat positif untuk anak-anak. Saya sangat mendorong ikut lomba doodle karena jarang ada dan itu sebuah tantangan.”

Agatha Charlotte Azali sebagai juara 2 menyampaikan ingin mengedukasi masyarakat untuk menaati aturan pemerintah melakukan karantina mandiri. “Nggak boleh keluar rumah, kalau keluar harus pakai masker, main di rumah, bikin inspirasi gambar, terus bikin dari daur ulang sampah, masih banyak lagi.”

“Kalau dari Agatha kecil sudah keliatan bakatnya untuk menggambar dan mewarnai, jadi kita juga ada tambahan dengan memanggil guru les karena biar bagaimanapun anak-anak tetap harus dapat bimbingan dari guru yang lebih jago di bidangnya untuk mengarahkan mereka pewarnaan, struktur badan, wajah, dan sebagainya,” kata Dirham, orang tua dari Agatha.

Sementara Franceska juara 3 mengatakan motivasinya mengikuti lomba, “Karena Covid-19 ini kan di rumah jadi ada waktu luang, biasanya gambar supaya tangannya nggak kaku. Inspirasinya dari Covid-19 ini, aku gambar buat menghibur masyarakat untuk melakukan hal-hal di rumah yang positif seperti belajar di rumah, bermain di rumah, dan memasak.”

“Sebelumnya terima kasih PP-IPTEK senang banget ada acara begini, yang paling menantang buat saya waktu pembuatan proses doodle ini videonya hanya 1 menit,” ungkap Ibu Nana selaku orang tua Franceska.

Dengan pelaksanaan “Doodle Art Science Contest” ini diharapkan ketertarikan generasi muda, khususnya anak-anak terhadap sains akan lebih meningkat melalui seni doodle dan memupuk kebersamaan keluarga di tengah pandemi Covid-19 selama beraktivitas di rumah.

Setelah Doodle Art Science Contest ini, PP-IPTEK akan mengadakan Photography Contest untuk siswa SMP yang dibuka pendaftarannya di bulan Juni mendatang, kemudian Phytagoras Switch untuk siswa SMA direncanakan bulan Juli, dan Narator Cilik untuk siswa PAUD/TK direncanakan pada bulan Agustus. Lomba-lomba ini juga akan diselenggarakan di 8 provinsi bekerja sama dengan Science Center Daerah di provinsi tersebut, yakni Jawa Tengah Science Center, Jatim Park 1 Science Center Malang, Mamuli Science Center Kupang-NTT, Pusat Bahasa dan Iptek Pontianak-Kalbar, Lampung Science Center, Science Center Sumatera Barat, Science Center Makassar-Sulsel, dan Riau Science Center. Untuk waktu pelaksanaan akan dilakukan di tahun 2020, tergantung kesiapan daerah masing-masing.

Sampai jumpa jumpa di kegiatan berikutnya, terus berkarya selama di rumah dan tetap kompak bersama keluarga. (Humas PP-IPTEK)

Lost your password?
atau